Minggu, 03 Oktober 2010

etika

A. Definisi Etik
Etik adalah terminologi dengan berbagai makna. Singkatnya,etik berhubungan dengan bagaimana seseorang harus bertindak dan bagaimana mereka melakukan hubungan dengan orang lain. Etik tidak hanya menggambarkan sesuatu tetapi lebih kepada perhatian dengan penetapan norma atau standar kehidupan seseorang dan yang seharusnya dilakukan ( Mandel,Boyle dan O’donohoe,1994 ). Etik dititik beratkan pada pertanyaan atas apa yang baik dan yang buruk,karakter,motif atau tindakan yang benar dan salah. Jika didefinisikan secara umum terminologo moral dan etik adalah sama,meskipun terdapat sedikit perbedaan. Etik juga dapat digunakan untuk mendiskripsikan suatu pola atau cara hidup,sehingga etik merefleksikan sifat,prinsip dan standar seseorang yang mempengaruhi perilaku professional. Cara hidup moral perawat telah dideskripsikan sebagai “Etik perawatan” ( Bevis,1998;Leynier,1998;Watson,1998 ). Perawatan adalah sebuah kata moral yang mengarahkan bagaimana seorang perawat harus bertindak dan berinteraksi dengan orang lain.
Nilai dan etik saling berhubungan. Nilai yang membentuk moralitas pribadi dan professional,mempengaruhi etik hubungan perilaku dan professional,mempengaruhi etik hubungan dari keputusan seseorang. Nilai berdasarkan pengalaman,agama,pendidikan dan budaya. Sumber nilai lain bagi perawat adalah profesi perawat dan institusi tempat ia bekerja. Etik seseorang akan lahir dari nilai yang ia yakini.

B. Etik dalam Keperawatan
1. Etik perawatan
Etik perawatan dikaitkan dengan hubungan antar-masyarakat dan dengan karakter serta sikap perawat terhadap orang lain. Pengetahuan perawatan diperoleh melalui keterlibatan pribadi dan emosional dengan orang lain dengan ikut terlibat dalam masalah moral mereka. ( cooper,1991 )



2. Kode etik keperawatan
Kode etik diusahakan untuk mengatur tingkah laku moral suatu kelompok khusus dalam masyarakat melalui ketentuan-ketentuan tertulis yang diharapkan akan dipegang teguh oleh seluruh kelompok itu. Karena memiliki monopoli atas keahlian tertentu selalu ada bahaya profesi menutup diri bagi orang luar,sehingga dapat menimbulkan kecurigaan. Kode etik dapat mengimbangi hal ini dengan adanya kode etik kepercayaan masyarakat akan suatu profesi dapat diperkuat,karena setiap klien mempunyai kepastian bahwa kepentingannya akan terjamin.
Kode etik keperawatan merupakan bagian dari etika kesehatan yang menerapkan nilai etika terhadap bidang pemeliharaan atau pelayanan kesehatan masyarakat. Kode etik merupakan salah satu ciri atau persyaratan profesi yang memberikan arti penting dalam penentuan,mempertahankan dan meningkatkan standar profesi. Apabila seorang anggota melanggar kode etik profesi oarganisasi profesi dapat memberi sanksi. Kode etik: American Nurses Assotiatiton, International Council of Nurses, Canadian Nurses Assotiation, PPNI.
PPNI menyadari bahwa perawat Indonesia yang berjiwa Pancasila dan berlandaskan pada UUD 1945 merasa terpanggil untuk menunaikan kewajiban dalam bidang keperawatan dengan penuh tanggung jawab,berpedoman pada dasar-dasar seperti tertera pada uraian di bawah ini.
Tanggung jawab perawat meliputi :
a. Tanggung jawab perawat terhadap individu,keluarga dan masyarakat.
b. Tanggung jawab perawat terhadap tugas
c. Tanggung jawab perawat terhadap sesama perawat dan profesi kesehatan lainnya
d. Tanggung jawab perawat terhadap profesi perawatan
e. Tanggung jawab perawat terhadap pemerintah,bangsa dan tanah air.


C. Pola Hubungan Kerja Perawat dalam Pelaksanaan Praktik Professional

Dalam melaksanakan tugasnya perawat harus dapat bekerja sama dengan pihak-pihak yang berkaitan dengan tugasnya untuk memberikan pelayanan yang baik pada individu, keluarga, kelompok maupun masyarakat.
Pola hubungan kerja perawat dibedakan menjadi :
a. Hubungan kerja perawat-pasien
b. Hubungan kerja perawat-sejawat
c. Hubungan kerja perawat-profesi lain yang berkaitan
d. Hubungan kerja perawat-institusi tempat bekerja

D. Dilema Etik

Dilema etik muncul ketika kesehatan seseorang mengalami masalah yang berhubungan dengan ketaatan terhadap prinsip yang menyebabkan konflik dalam bertindak. Terlihat bahwa adanya kebutuhan untuk tetap menghargai otonomi klien,tetapi dilain pihak terlihat ada kendala atau masalah yang mungkin tidak seperti yang diharapkan. Hal ini tertentu saja sangat mengecewakan karena tidak ada satu metode pun yang mudah dan aman untuk menetapkan prinsip-prinsip mana yang lebih penting, bila terjadi konflik diantara kedua prinsip yang berlawanan.
Dilema etik adalah suatu masalah yang melibatkan dua atau lebih landasan moral suatu tindakan tetapi tidak dapat dilakukan keduanya. Ini merupakan suatu kondisi dimana setiap alternative memiliki landasan moral atau prinsip. Pada dilema etik ini sukar untuk menentukan yang benar atau salah dan dapat menimbulkan strees pada perawat karena dia tahu apa yang harus dilakukan,tetapi banyak rintangan bentuk melakukannnya. Dalam dilemma etik tidak ada yang benar atau salah. Untuk membuat keputusan yang etis,seorang perawat tergantung pada pemikiran yang rasional dan bukan emosional.




E. Prinsip Moral dalam Praktik Keperawatan
Berfungsi untuk membuat secara spesifik apakah suatu tindakan dilarang,diperlukan atau diijinkan dalam situasi tertentu ( John Stone,1989 )
a. Autonomi
Kemampuan untuk menentukan sendiri atau mengatur sendiri
b. Benefisien
Melakukan yang baik dan tidak merugikan pasien atau tidak menimbulkan bahaya bagi pasien.
c. Justice
Bertindak adil bagi semua individu
d. Verasity
Kewajiban untuk mengatakan yang sebenarnya atau tidak membohongi klien atau orang lain.
e. Avoiding killing
Kewajiban perawat untuk menghargai kehidupan
f. Fidelity
Kewajiban perawat untuk tetap setia pada komitmennya.

F. PEMBAHASAN
Perawat merupakan profesi yang luhur,karena perawat dalam bekerja menangani langsung kepada manusia. Makadari itu perawat dituntut untuk memiliki keahlian dibidangnya,agar bisa memberikan pelayanan yang maksimal kepada klien. Salah satu cara yang ditempuh adalah melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. Akan tetapi praktik di lapangan berbeda jauh dengan teori. Banyak sekali perawat dalam melaksanakan tugasnya tidak memperhatikan perannya sebagai seorang perawat. Salah satu contohnya pada kasus di bawah ini.
Pada hari kamis,18 juni 2009 pukul 12.33 Ny.”J” berusia 35 th,mengalami kecelakaan namun tidak mengalami luka yang serius, Ny.”J” hanya mengalami lecet-lecet pada kaki kiri bagian bagian bawah dalam. Kemudian salah satu perawat senior menyuruh seorang praktikan untuk membersihkan luka tersebut. Kemudian praktikan mengumpulkan alat dan bahan untuk membersihkan luka tersebut. Karena kondisi saat itu sedang banyak klien,sehingga semua alat tidak ada yang tidak terpakai,pertama praktikan mengambil bengkok yang saat itu belum dibersihkan karena baru saja dipakai jadi belum sempat dibersihkan,kemudian praktikan bertanya kepada perawat senior apakah masih ada bak instrument yang tidak digunakan,untuk meletakkan kasa steril dan waktu itu posisi praktikan masih membawa bengkok. Tiba-tiba saja dokter H mengambil kasa dengan korentang dan meletakkan di bengkok yang dibawa praktikan yang baru saja digunakan untuk melakukan tindakan pada klien lain dan belum dibersihkan. Meskipun perawat senior mengetahui hal tersebut tetapi perawat senior hanya diam saja. Tetapi kapas tersebut tidak digunakan oleh praktikan karena praktikan tahu kalau kapas tersebut sudah terkontaminasi dan bila tetap digunakan mungkin dapat menimbulkan bahaya bagi klien.
Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat dilema etik yang timbul antara perawat dengan tim kesehatan lain yang terkait,dengan penjabaran sebagai berikut :
a. Hal yang dilakukan perawat dan dokter tersebut melanggar norma atau peraturan yang ada di puskesmas tersebut.
b. Hal tersebut juga melanggar prinsip moral dalam keperawatan yang juga merupakan unsur-unsur yuang terdapat pada dilema etik keperawatan antara lain menghargai kehidupan dan bertindak dengan tidak merugikam klien.
c. Etika ada hubungannya dengan aspek legal dan justice,tindakan perawat tersebut juga melanggar legalitas peraturan di puskesmas tersebut serta kejujuran dan keadilan yang merupakan hak klien.
d. Etika keperawatan juga menyinggung masalah autonomi baik itu autonomi pasien,keluarga dan lingkungan sekitarnya,dan tindakan perawat serta dokter tersebut tidak mencerminkan adanya autonomi bagi klien.
e. Fidelity,salah satu kewajiban perawat untuk tetap setia pada komitmennya,yaitu bertindak sesuai dengan perannya untuk melindungi klien,namun tindakan tersebut di atas tidak menunjukkan adanya usaha untuk melindungi klien.


Jalan keluar yang dapat ditempuh
1. Penyelesaian Lapangan
Praktikan tidak menggunakan kapas tersebut karena mengetahui kapas tersebut sudah terkontaminasi dengan kotoran yang ada di bengkok.
2. Penyelesaian
a. Praktikan memberi contoh baik yaitu tetap menjaga kebersihan alat-alat yang akan digunakan untuk melakukan tindakan kepada klien.
b. Menanyakan kepada perawat senior mengenai tindakan yang benar secara halus.
c. Membersihkan alat-alat yang tadi siang digunakan dan belum sempat dibersihkan,sehingga apabila klien banyak alat yang digunakan dapat mencukupi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

perawat

perawat
bersama