Rabu, 05 Mei 2010

DBD

DEMAM BERDARAH DENGUE

♫ Pendahuluan
Selama hampir 2 abad , penyakit dengue digolongkan sejajar dengan demam , pilek atau diare , yaitu sebagai penyakit penyesuaian diri terhadap lingkungan tropis . Namun sejak timbulnya wabah demam dengue di Manila pada tahun 1953 –1954 ( Quintos dkk.,1954), yang disertai renjatan (shock) dan perdarahan gastrointestinal yang berakhir dengan kematian penderita , pandangan ini berubah . Kenyataan sekarang adalah bahwa penyakit ini menempati urutan kedelapan kesakitan Asia Tenggara dan Pasifik Barat. Laporan yang ada sampai saat ini penyakit demam berdarah dengue sudah menjadi masalah yang endemis pada 122 daerah tingkat II , 605 daerah kecamatan dan 1800 desa /kelurahan di Indonesia . Distribusi umur memperlihatkan terdapatnya penderita terbanyak (86%) dari golongan anak berumur 1 – 15 tahun (Dit.Jen.P3M.,Dep. Kes R.I.1976).Dan kematian lebih sering ditemukan pada anak perempuan daripada anak laki-laki.
♫ Definisi
Demam dengue , adalah demam virus akut yang disertai sakit kepala, nyeri otot , sendi , dan tulang , penurunan jumlah sel darah putih dan ruam- ruam.
Demam berdarah dengue atau Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) adalah demam dengue disertai pembesaran hati dan tanda –tanda perdarahan .
Pada keadaan yang lebih parah bisa terjadi kegagalan sirkulasi darah dan penderita jatuh dalam keadaan syok akibat kebocoran plasma . Keadaan ini disebut Dengue Shock Syndrome
♫ Sejarah
Bylon yang meneliti epidemi dengue yang berjangkit di Batavia (sekarang Jakarta) pada tahun 1779, pada umumnya dianggap sebagai perintis penguraian gejala klinis dengue . Dia menamakan penyakit ini knokkel-koorts yang berarti demam sendi dan mengutarakannya secara terperinci bencana yang menimmpa dirinya . Pada waktu bersamaan Hirsch menguraikan gejala klinis suatu penyakit yang timbul sebagai wabah di Kairo yang dikenal sebagai knee trouble . Wabah demam dengue di Eropa meletus pertama kali pada tahun 1784 , sedangkan di Amerika Selatan wabah itu muncul diantara tahun 1830 – 1870. Di Afrika wabah demam dengue hebat terjadi tahun 1871 – 1873 dan di Amerika Serikat pada tahun 1922 dengan jumlah penderita 2 juta . Di Indonesia setelah tahun 1779, terjadi 2 kali epidemi demam dengue yaitu di Jatinegara pada tahun 1893 dan di Medan pada tahun 1930. Istilah hemorrhagic fever di Asia Tenggara pertama kali digunakan di Filipina pada tahun 1953, yaitu pada waktu terdapatnya epidemi demam yang menyerang anak-anak disertai manifestasi perdarahan dan renjatan (shock).
♫ Penyebab
Penyakit demam berdarah termasuk golongan penyakit Arbovirus , singkatan darii Arthropodborne viruses , artinya virus yang ditularkan melalui gigitan binatang arthropoda . Dalam hal ini demam berdarah ditularkan oleh sejenis nyamuk yang dsebut Aedes aegypti ,Aedes albopictus, Aedes polynesiens. Yang akan lebih banyak dibicarakan adalah Aedes aegypti , karena merupakan vector utama . Nyamuk betina menghisap darah untuk kebutuhan reproduksi . Tiga hari setelah menghisap darah maka ia akan sanggup bertelur sebanyak 100 butir . Selanjutnya mulai menghisap dan bertelur lagi. Nyamuk Aedes termasuk antropofilik yaitu paling doyan darah manusia dan mampunyai kebiasaan menggigit berulang , yaitu menggigit beberapa orang secara bergantian dalam waktu singkat. Nyamuk betina menggigit di dalam rumah pada waktu siang hari, di tempat yang agak redup. Nyamuk betina meletakan telurnya di permukaan air yang jernih dan terlindung dari sinar matahari. Ciri-ciri : badannya berwarna hitam berbintik – bintik putih, ukurannya lebih kecil dibanding nyamuk biasa. Telurnya berwarna hitam seperti sarang tawon, diletakan satu demi stu diatas permukaan air dalam jarak 2,5 cm dari dinding tempat perindukan .
Virus Dengue, termasuk famili Flaviviridae, yang berukuran kecil sekali yaitu 35 – 45 nm. Virus ini dapat tetap hidup di alam ini melalui 2 mekanisme. Mekanisme pertama : tranmisi vertical dalam tubuh nyamuk, dimana virus dapat ditularkan oleh nyamuk betina pada telurnya, yang nantinya akan menjadi nyamuk. Virus juga dapat ditularkan dari nyamuk jantan pada nyamuk betina melalui kontak seksual. Mekanisme kedua : tranmisi virus dari nyamuk kedalam tubuh mahluk “ Vertebrata “ dan sebaliknya . Yang dimaksud dengan mahluk vertebrata disini adalah manusia dan kelompok kera tertentu.
Virus ini ada 4 tipe yaitu virus den I ,II ,III dan IV, masing-masing punya karakteristik yang berbeda . Yang dapat diisolasi di Indonesia adalah tipe den – II dan den – III, den –III , lebih ganas daripada den –II . Hubungannya dengan nyamuk Aedes aegepty hanya sebagai media saja
♫ Epidemiologi
Infeksi virus dengue pada manusia mengakibatkan suatu spectrum manifestasii klinis yang bervariasi antara penyakit paling ringan ( mild undifferentiated febrile illness) , dengue fever , dengue haemorrhagic fever (DHF) dan dengue shock syndrome (DSS) ; yang terakhir dengan mortalitas tinggi yang disebabkan renjatan dan perdarahan hebat. Gambaran manifestasi klinis yang bervariasi inii dapat disamakan dengan sebuah gunung es. DHF dan DSS sebagai kasus – kasus yang dirawat di rumah sakit merupakan puncak gunung es yang kelihatan di atas permukaan laut , sedangkan kasus – kasus dengue ringan (demam dengue dan silent dengue infection) merupakan dasar gunung es. Diperkirakan untuk setiap kasus renjatan yang dijumpai di rumah sakit , telah terjadi 150 – 200 kasus silent dengue infection.
♫ Manifestasi Klinis
Kasus DHF ditandai oleh 4 manifestasi klinis :
1. demam tinggi
2. perdarahan , terutama perdarahan kulit
3. hepatomegali
4. kegagalan peredaran darah
Berdasarkan gejalanya DHF dikelompokan menjadi 4 tingkatan :
1. Derajat 1 : demam diikuti gejala tidak khas . Satu-satunya tanda perdarahan adalah tes torniquet positif atau mudah memar.
2. Derajat 2 : gejala derajat 1 ditambah dengan perdarahan spontan . Perdarahan bisa terjadi di kulit atau tempat lain .
3. Derajat 3 : terjadi kegagalan sirkulasi yang ditandai denagn denyut nadi yang cepat dan lemah , hipotensi ,suhu tbh rendah ,kulit lembab dan penderita gelisah.
4. Derajat 4 : terjadi syok berat dengan nadi yang tidak teraba dan tekanan darah yang tidak dapat diperiksa
Patogenesis






















Gambar 1. Patogenesis terjadinya syok pada DBD
Secondary heterologous dengue infektion

Replikasi virus Anamnestic antibodresponse

Kompleks virus antibody

Agregasi trombosit Aktivasi koagulasi Aktivasi komplemen
plasmin
Gg fx trombosit
Penghancuran Pengeluaran Aktivasi factor Hageman
Trombosit oleh RES Platelet factor III

anafilatoksin
Trombositopenia konsumtif koagulopati Sistem kinin
Penurunan factor Kinin Peningkatan
pembekuan permeabilitas
kapiler
FDP meningkat

Perdarahan masif Syok

Gambar 2. Patogenesis Perdarahan pada DBD

♫ Diagnosa
Pada awal terjadinya demam, DHF sulit dibedakan dengan infeksi lain yang disebabkan oleh berbegai jenis virus, bakteri atau parasit . Setelah hari ketiga atau keempat baru pemeriksaan darah dapat membantu diagnosa . Diagnosa ditegakan dari gejala klinis dan hasil pemeriksaan darah :
1. penurunan jumlah trombosit (< 100.000 sel / mm3)
2. peningkatan konsentrasi sel darah ( > 20% di atas rata-rata )
3. hasil laboratorium semacam ini biasanya ditemukan pada hari ke–3 sampai hari ke–7
Penderita harus segera dirawat bila ditemukan gejala- gejala seperti di bawah ini:
1. takikardi, denyut jantung meningkat
2. kulit pucat dan dingin
3. denyut nadi melemah
4. terjadi perubahan derajat kesadaran, penderita terlihat mengantuk atau tertidur terus- menerus
5. urine sangat sedikit
6. peningkatan hematokrit secara tiba- tiba
7. tekanan darah menurun hingga kurang dari 20 mmHg
♫ Pengobatan
Pada dasarnya pengobatan penderita DHF/ DSS bersifat simtomatik dan supuratif.
DHF tanpa syok
Rasa haus dan dehidrasi timbul akibat demam tinggi , anoreksia dan muntah , sehingga :
1. diberi minum banyak, 1.5 – 2 liter dalm 24 jam (teh manis, sirup atau susu) peroral
2. oralit pada beberapa penderita
3. anti piretik
4. kompres es dan alcohol
5. anti konvulsan bila kejang
6. intravenous fluid drip bila penderita :
a. terus –menerus muntah
b. didapatkan nilai hematokrit yang cenderung meningkat
DSS ( Dengue Shock Syndrome)
Syok pada demam berdarah terjadi karena kebocoran pipa pembuluh darah dan berkumpul di rongga – rongga tubuh yaitu rongga perut dan rongga dada . Dan akibatnya pipa pembuluh darah menjadi kolaps dan jalan mengatasinya ialah dengan infus .
Penatalaksanaan shock:
1. penggantian volume , terapi awal digunakan Ringer Lactat , cairan harus diberikan secara duguyur artinya secepat- cepatnya
2. dilakukan tranfusi darah bila terdapat indikasi : perdarahan gastrointestinal hebat
Adanya informasi bahwa penderita demam berdarah harus makan jambu biji, hingga kini belum ada penelitian khusus tentang hal itu.
♫ Pencegahan
Sampai saat ini belum ditemukan vaksin yang dapat menangkal virus dengue dengan berbagai serotipe. Satu-satumya usaha pencegahan atau pengendalian dengue adalah dengan memerangi nyamuk yang berperan pada penularan virus dengue. Aedes aegypti berkembang biak terutama di tempat – tempat buatan manusia seperti wadah plastik, ban mobil bekas dan tempat lain yang menampung air hujan. Nyamuk ini menggigit pada siang hari, beristirahat di dalam rumah dan meletakkan telurnya pada tempat-tempat air bersih tergenang. Pencegahan dapat dilakukan dengan langkah 3M :
1. menguras bak mandi
2. menutup tempat- tempat yang mungkin menjadi tempat berkembangbiak nyamuk
3. mengubur barang – barang bekas yang bisa menampung air
Selain itu di tempat penampungan air seperti bak mandi diberikan insektisida yang membunuh larva nyamuk seperti abate. Hal ini bisa mencegah perkembangbiakan nyamuk selama beberapa minggu, tapi pemberiannya harus diulang setiap beberapa waktu tertentu. Penyemprotan atau foging dapat dilakukan untuk memberantas DBD, tapi penyemprotan dilakukan pada pagi hari. Kemudian dalam sebuah jurnal disebutkan ikan suamang yang ditaruh dalam bak air dapat memakan jentik dengan kecepatan tinggi.
♫ Kesimpulan
Disimpulkan bahwa perlunya masyarakat awam mengenal tanda – tanda DBD, kapan harus dibawa ke dokter / Puskesmas, untuk mencegah terjadinya hal- hal yang tidak diinginkan.
♫ Diagnosa Keperawatan yang muncul :
1. Hipertermia
2. PK Perdarahan
3. Kurang pengetahuan tentang proses penyakit, pencegahan dan pengobatannya b.d kurangnya informasi
4. Nyeri akut b.d agen injury biological.
5. PK Infeksi












DAFTAR PUSTAKA

1. Sumarmo dkk, 1988, Demam Berdarah (Dengue) Pada Anak, ui-Press, Jakarta
2. Sttanley Ch. Budihardja, Demam Berdarah , Jurnal Kesehatan , 5 Februari 2002
3. Syafruddin Mapata, Sp.A , Pengenalan Dini Demam Berdarah Dengue, Jurnal 7 Oktober 2000
4. Widodo Darmowandowo Sp.A(K), Demam Berdarah Dengue, Lb/SMF Kesehatan Anak FK UNAIR/RSUD Dr. Soetomo
5. http://nusaindah.tripod.com/picdemamberdarah1.jpg”\*ss
6. Penderita Demam Berdarah Tak Perlu Transfusi Darah, Jurnal Kesehatan , 22/08/2000
7. Suamangnisasi Bisa Cegah DBD , Aneka Medika, satumed.com
8. Abate Utuk Demam Berdarah Dibagikan, Aneka Medika, satumed.com
9. Sallehudin Sulaiman, Vektor Dengue Dan Dengue Berdarah Kwalan Terkini, ISBN 967-942-373-5 RM15.00
10. McCloskey, 1996, Nursing Interventions Classification (NIC), Mosby, USA
11. Ralph & Rosenberg, 2003, Nursing Diagnoses: Definition & Classification 2005-2006, Philadelphia USA
12. Soeparman & Waspadji, 1996, Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, Jilid 1 Edisi 3, FKUI, Jakarta
13. Haryani dan Siswandi, 2004, Nursing Diagnosis: A Guide To Planning Care, available on: www.Us.Elsevierhealth.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

perawat

perawat
bersama