Rabu, 05 Mei 2010

PNEUMONIA

PNEUMONIA

A. PENGERTIAN
Pneumonia merupakan suatu radang paru yang disebabkan oleh bermacam-macam etiologi seperti bakteri, virus, jamur atau oleh benda asing.
Pneumonia merupakan peradangan akut padaparu-paru dengan akumulasi eksudat di dalam alveoli dan sluran pernafasan yang mengganggu proses pernafasan.
Pada umumnya pembagian pneumonia menurut dasar anatomis dan etiologi. Pembagian menurut tempatnya adalah pneumonia lobaris, pneumonia lobularis ( bronchopneumonia ), pneumonia interstisilis ( bronkhiolitis ), sedangkan pembagian menurut penyebabnya atau etiologinya adalah bakteri, virus, jamur, aspirasi makanan, pneumonia hipostatik dan sindrom Loefler.

B. PENYEBAB
Berdasarkan etiologinya pneumonia dapat disebabkan oleh :
a. Bakteri
b. Virus
c. Jamur
d. Aspirasi makanan
e. Pneumonia hipostatik
f. Sindrom Loefler.

C. PATOFISIOLOGI

Infeksi kuman patogen
( bakteri / virus )



terganggunya parenkhim paru brochiolitis gangguan interstisiil
PK : Infeksi


kerusakan epitel


pembentukan mukus muntah infiltrat ke duktus alveolus



penyumbatan bronkhus kerusakan alveolus
Gangguan pertukaran gas



brochietase gangguan fungsi paru
1. Bersihan jalan nafas tidak efektif
2. Kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
3. Perubahan pola nafas


D. PEMERIKSAAN PENUNJANG
a. Radiologi : Rongten thorax , digunakan untuk menilai status pulmoner klien
b. Laboratorium rutin
c. Penilaian AGD ( analisa gas darah )
E. KEMUNGKINAN KOMPLIKASI
a. Empiema
b. Atelektasis paru
c. Empisema
d. Meningitis
e. Fibrosis paru
f. Kalsifikasi paru

F. PENATALAKSANAAN MEDIS
Pengobatan / penatalksanaan medis mencakup pengobatan untuk memperbaiki oksigenasi dengan pemberian oksigen dan terapi pernafasan. Kadang-kadang diberikan terapi inhalasi untuk memudahkan pengeluaran mukus atau sputum / sekret dari saluran pernafasan.
Untuk pneumonia bakteri maka diberikan antibiotik sesuai dengan kultus atau sensitest kuman. Kadang-kadang diberikan langsung ampisilin injeksi dan chloramfenikol dengan dosis sesuai dengan berat badan anak / bayi.

G. DIAGNOSA KEPERAWATAN YANG SERING MUNCUL
Diagnosa keperawatan pada pertusis
1. Bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan obstruksi jalan nafas : mukus tertahan
2. ketidak seimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan ketidak mampuan pemasukan berhubungan dengan faktor biologis
3. Perubahan pola nafas berhubungan dengan asidosis / alkahlosis
4. Gangguan pertukaran gas berhubugnan dengan kerusakan alveoli
5. PK : Infeksi

H. RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN

1. Bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan obstruksi jalan nafas : mukus tertahan
a. Airway management
- Berikan posisi yang membantu ventilasi dapat maksimal (semi fowler)
- Ajarkan cara batuk efektif
- Dorong sekret dengan batuk dan suction
- Auskultasi suara nafas
- Berikan broncodilator sesuai terapi
- Berikan O2
- Berikan cairan untuk mengoptimalkan balanca cairan
- Monitor respirasi dan status oksigenasi
- Anjurkan untuk istirahat dan mengurangi aktivitas untuk mengurangi batuk
b. Airway suction
- Kaji kebutuhan tindakan suction dengan melakukan auskultasi suara nafas crackles / ronchi.
- Jelaskan pada pasien dan keluarga tentang tindakan suction
- Auskultasi suara nafas sebelum dan sesudah suction
- Gubnakan sarung tangan dan masker sebelum melakukan tindakan.
- Berikan hiperoksigenasi antar tindakan suction
- Anjurkan pasien untuk nafas dalam sblm dilaksanakan suction dan gunakantambahan oksigenasi.
c. Chest physiotherapi
- Cek kontra indikasi fisiotherapi dada
- Cek paru yang membutuhkan drainage
- Berikan posisi dengan segmen paru yang perlu drainage pada posisi yang lebih rendah
- Gunakan bantal untuk menyokong posisi
- Lakukan perkusi, vibrasi dan postural drainage
- Monitor jumlah, tipe sputum
- Anjurkan untuk batuk sebelum dan sesudah postural drainage
d. Terapi O2
- Berikan O2 sesuai terapi
- Monitor aliran O2
- Monitor kemampuan mentoleransi terapi
e. Respiratory monitoring
- Monitor RR, ritme, kedalaman
- Monitor pergerakan dada, simetris, penggunaan otot bantu pernafasan
- Monitor suara nafas
- Monitor kemampuan batuk efektif
- Monitor vs

2. Ketidak seimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan ketidak mampuan pemasukan b.d faktor biologis
a. Managemen nutrisi
- kelaborasi dengan ahli gizi tentang kebutuhan kalori dan tipe makanan yang dibutuhkan
- tingkatkan intake protein, zat besi dan vit c
- anjurkan untuk makan tktp dan tingkatkan minum sesuai kebutuhan
- monitor intake nutrisi dan kalori
b. Nutritional terapi
- kaji kebutuhan untuk pemasangan NGT
- berikan makanan melalui NGT k/p
- berikan lingkungan yang nyaman dan tenang untuk mendukung makan
- berikan makanana sedikit-sedikit tetapi sering
- monitor penurunan dan peningkatan BB
- kaji rasa mual dan muntah
- monitor kelemahan, fatigue
- monitor intake kalori dan gizi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

perawat

perawat
bersama